Unreleased; Tetap


“You have a way of coming easily to me and when you take.. You take the ‘very best’ of me...”

Lantunan Cold As You – Taylor Swift menjadi teman satu-satunya Ara untuk melepas penat siang ini. Sengatan matahari Semarang cukup membuat Ara pusing dan akhirnya memilih untuk langsung merebahkan diri di kasur sesampainya di kos-an. Ara terdiam beberapa saat. Bingung. Ada sesuatu yang memaksa keluar di benak Ara. Ara buka lagi folder pesan di handphone miliknya.

“Emang kamu mau kayak gini sampai seterusnya? Nyadar kan umur kita sebaya?”

Ara menarik nafas panjang. Memejamkan mata lalu.............

Tangerang, 22 November 2011

                Ara tidak pernah membayangkan hari ini Dika berada di sampingnya. Berdua saja, hanya berdua saja tanpa ada orang lain melainkan pengunjung mall lain yang tak Ara dan Dika kenal. Ara dan Dika baru saja beranjak pergi dari bioskop setelah menonton film Twilight. Ara diam-diam menyunggingkan senyum setiap kali Ara mengingat kejadian ketika Dika menggenggam tangannya di dalam bisokop tadi.  Sesekali Ara mencubit lengannya, memastikan ini bukan mimpi. Ya. Ini bukan mimpi. Perasaan yang tadinya sudah memudar terhadap sosok ini, akhirnya bersemi lagi. Perasaan yang tadinya sudah Ara buang jauh-jauh, datang lagi. Membuka kembali gagang pintu hati Ara, masuk dan singgah. Menginap tepatnya. Atau menetap?
                

            Mungkin jawabannya adalah... Menetap.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Kamu di Sela Waktu Luangku

For The Last Time #1