For The Last Time #1
Kamu masih ingat pertama kali kita bertemu? Kita pertama bertemu di tempat les. Pertama kali aku melihat nama kamu terpampang di kertas daftar teman sekelasku. Nama kamu aneh, itu pikiran aku pertama kalinya. Kamu ingat tanggal 22 November 2011? Breaking Dawn, XXI Living World. Ada sebuah rencana gagal yang menghasilkan suatu pertemuan yang tidak terduga. Kamu ingat pertama kali kita makan bareng? KFC, sehabis kita berdua pulang dari les. Kita membicarakan suatu 'masalah'. Masalah pertama kita di awal kita dekat. Kamu ingat kapan dan mengapa pertama kali hubungan kita rancu? ........ Kamu ingat kali kedua kita pergi ke bioskop? Tin Tin? Hari Jum'at. Yang siangnya hujan, namun ketika sore mendadak cerah lalu jadwal kita tak terganggu. Kamu ingat foto latar belakang biru tua yang jadi kesukaanku? Kita berfoto di studio foto sehabis menonton Tin Tin. Kamu masih ingat pose kita, kan? Kamu ingat kenapa aku memanggil kamu freak? Mas mas jawa mata sayu? Sifat kamu. Pecinta catur. Oh bukan pecinta namun kecanduan. Mata kamu. Mata sayu yang teduh itu. Kamu ingat kamu sering 'ngecengin' aku pake kata-kata "emang mau banget ya?". Aku lantas tak segan-segan mencubit lengan kamu sampai kamu mengaduh dan aku tertawa. Kamu ingat waktu kita kejar-kejaran di parkiran les? Masalah sepele. Kita sangat sering bertengkar seperti anak kecil dan lantas kita berkejar-kejaran di parkiran les. Kamu ingat ketika les kita sering duduk berdekatan? Entah kebetulan atau apa. Sering sekali tempat duduk kita berdekatan. Kamu ingat Taman Kota? Di siang hari terik. Kamu ingat saat santai sehabis les TOEFL di hari Minggu? Suatu Minggu kita pernah duduk berbincang-bincang di kursi panjang di bawah kelas kita. Setelah itu kita sempatkan membeli es krim di minimarket dan kembali ke kursi panjang itu lalu memakan es krim itu bersama. Kamu ingat film ketiga kita? Mission Impossible.
Lalu ingat pulakah saat Tahun Baru 2012? Kita berangkat pergi ke KFC Alam Sutera pukul setengah delapan malam. Aku masih ingat, kamu memakai kaos putih. Aku sabar mendengarkan kamu bercerita tentang hobimu. Dua jam mendengarkan kamu lalu kita berbincang tentang 'kita' namun akhirnya tak ada yang berubah. Hubungan kita tetap rancu. Kamu ingat Harmoni-Padi? Kamu ingat terompet kuning biru? Hubungan kita masih rancu setelah acara Tahun Baru. Kamu ingat valentine? Ingat toples kotak berisi coklat, boneka Shaun The Sheep, replika satu laki-laki dan satu perempuan yang aku taruh di toples berbentuk hati. Ohya! Ada juga surat yang aku selipkan di tas kertas bergambar Angry Bird.Hubungan itu terus berjalan. Hingga Minggu, 04 Maret 2012. Lagi lagi KFC Alam Sutera, sepulang kita les. Status hubungan kita berubah. Dufan, seminggu sebelum UAN. Berangkat setengah delapan dari Terminal Kali Deres. Nyasar. Akhirnya naik taksi. Pulangnya lebih heboh! Busway penuh sesak, dan seseorang menganggap kita suami istri. Lagu 'Kemesraan Ini' mengiring perjalanan kita di busway. Rumah kamu. Makan bakso. Oh ya. Kamu ingat Time Zone Lippo Karawaci? Ingat tidak permainan apa yang membuat aku sebal? Hey! Ini kali terakhir kita bertemu sebelum kamu berangkat ke Bandung. Karikatur itu. Binder biru, kita berdua menangis sebelum akhirnya berpisah dan hubungan kita terhenti saat itu juga.
Yang terpenting.... Kamu masih ingat kata-kata terakhir kamu sebelum kamu berangkat ke Bandung? Pesan singkat kamu yang ada di handphoneku. Yang masih aku simpan.
Kamu kembali dari Bandung setelah hampir dua bulan kita terpisah. Hubungan ini kembali rancu. Kamu ingat ketika aku memberimu Jersey Arsenal? Kita kembali dekat. Menempuh usaha menuju perguruan tinggi, kita jatuh bersama, kita cemas bersama, usaha bersama. Pergi ke bank bersama. Lalu bolak balik ke UNJ dengan berbekal pengetahuan minim tentang Jakarta sampai akhirnya kita nyasar bersama. Sumpeknya keadaan bis kota, asap asap panas terik Jakarta, kita berdua. Sesekali bercanda di bis kota.
Ingat ketika aku 'berdarah'? ketika motor kamu mogok dan aku berusaha datang membantumu.
Perjuangan bersama terhenti sampai takdir menyangkutkan aku di Semarang. Tinggal kamu, namun aku masih ada.
Road to Yogyakarta! Ingat pertama kali kamu bertandang ke rumahku? Kamu adalah lelaki pertama yang berani aku tunjukkan raganya di rumahku. Ingat ekspresi mukaku ketika aku tidur di jarak yang tak jauh dari tempat dudukmu? Karena aku mengingat ekspresi mukamu ketika kamu tidur. Sungguh. Rasanya aku waktu berhenti saat itu juga. Dufan. Kamu ingat Dufan kita kali kedua? Dufan punya kita, anggap saja. Permainan kita lahap habis, berulang-ulang. Ingat kali ketika aku mengungkapkan keinginanku? Aku mengucapkannya dengan cepat lalu aku berlari menahan tangis. Perjalanan pulang kite bertemankan hujan di bis kota yang sesak. Beriring lagu "....... Namun yang pasti terjadi, kita mungkin tak bersama lagi..." Seketika aku sadar, ini mungkin perpisahan kita sebelum aku pergi Semarang. Ingat ketika suatu siang saat suasana puasa? Motor kamu mogok! Kita berdua mendorong. Mukamu pucat menahan dahaga. Aku nampak tolol dan merasa bersalah ketika aku tak bisa membantumu menunjukkan arah yang tepat di mana bengkel berada. Maaf... Aku hanya bisa membantumu mendorong sampai akhirnya mesin motor itu kembali menyala.
Ingat kali terakhir kita bertemu? Malam terakhir sebelum esoknya aku pergi menuju jalan masa depanku di Semarang. Saat itu pula aku dapat merasakan pelukan bahagiamu ketika kamu bersama-sama dengan aku melihat bahwa namamu ada di Jogja. Masa depan kamu ada di Jogja.
Bersambung......
Comments
Post a Comment
Give a Comment