Posts

Showing posts from 2012

For The Last Time #1

Kamu masih ingat pertama kali kita bertemu? Kita pertama bertemu di tempat les. Pertama kali aku melihat nama kamu terpampang di kertas daftar teman sekelasku. Nama kamu aneh, itu pikiran aku pertama kalinya.   Kamu ingat tanggal 22 November 2011? Breaking Dawn, XXI Living World .  Ada sebuah rencana gagal yang menghasilkan suatu pertemuan yang tidak terduga.   Kamu ingat pertama kali kita makan bareng? KFC, sehabis kita berdua pulang dari les.  Kita membicarakan suatu 'masalah'. Masalah pertama kita di awal kita dekat. Kamu ingat kapan dan mengapa pertama kali hubungan kita rancu? ........   Kamu ingat kali kedua kita pergi ke bioskop? Tin Tin?   Hari Jum'at. Yang siangnya hujan, namun ketika sore mendadak cerah lalu jadwal kita tak terganggu.   Kamu ingat foto latar belakang biru tua yang jadi kesukaanku? Kita berfoto di studio foto sehabis menonton Tin Tin. Kamu masih ingat pose kita, kan?   Kamu ingat kenapa aku memanggil kamu freak? M...

#Cerpen 6: "Katamu Semua Sudah Tak Berarti..."

"Tapi kini tak mungkin lagi, katamu semua sudah tak berarti....  Satu jam saja.. Itu pun tak mungkin, tak mungkin lagi.." Satu Jam Saja - Audy    Ara terpaku saat lantunan lagu itu berada tepat di lirik itu. Refleks Ara memandang langit-langit kamarnya. Sunyi malam saat itu. Tak heran karena waktu kala itu menunjukkan pukul 23.30 WIB. Ara merasa berat meninggalkan kamarnya, kamar yang menjadi saksi bisu semua keluh kesah Ara selama ini. Termasuk keluh kesah Ara tentang sekolah, orangtua, dan lain-lain. Termasuk tentang Dika.   Refleks kenangan tentang Dika teringat lagi. Seakan menemukan mesin waktu, Ara ingat betul semua detail kejadian Ara bersama Dika. Ara kembali ke masa ketika Ara sedang bersama Dika di Dufan. 7 Agustus 2012 "Ka liat deh!!!! Dufan sepi banget hari ini hahaha" "Iya nih hehe tanpa antrian kayaknya nanti haha "    Dufan. Hari ini mereka ada di Dufan. Dufan nampak sepi hari itu. Yah tentu saja karena hari i...

#Cerpen 5: Class! I'm In Love

Ara memeriksa kembali tasnya, memeriksa lagi apakah masih ada buku yang tertinggal atau tidak. Ara melirik jam dinding di kamarnya, pukul 4 sore sekarang. “Ah biarkan saja pria aneh itu menunggu”. Lalu setelah Ara mempersiapkan keperluan Ara yang lain, sekitar 5 menit kemudian Ara telah siap berangkat ke tempat lesnya. Ara menyambar tasnya dan pamit ke Ibunya. Ara belum bisa mengendarai sepeda motor jadi dia berangkat menggunakan angkutan umum. Rumah Ara terletak di dalam komplek perumahan, perlu berjalan terlebih dahulu sekitar 5 menit untuk dapat bertemu dengan jalan raya dan lalu menaiki angkutan umum. Angkutan umum penuh sesak saat itu, membuat Ara merasa kesusahan bernafas. Sejujurnya Ara sangat lelah, Ara baru saja pulang sekolah jam 3.30 tadi dan sekarang? Dia sudah harus berangkat ke tempat lesnya, padahal seharusnya dia tidak ada jadwal hari ini. Tapi karena pria aneh itu memintanya, dia dengan terpaksa berangkat. “Ah dasar pria aneh, baru saja kenal sudah langsung memin...

#Cerpen 4 : The End

“Aku mau nyoba semua dari awal lagi, Ra” “Bener? Aku kangen kamu banget, Ka. Makasih ya sayang” Senyum bahagia mengembang dari bibir Ara, bayangkan saja. Ara sudah menunggu waktu ini selama hampir dua bulan. Namun senyum Ara tak lama bertahan. “Iya aku mau nyoba dari awal.. Tapi...” “Tapi apa?” “Aku udah ga ada perasaan apa-apa sama kamu. Lagi juga kan nantinya kita bakalan pisah” “Ga usah dipaksa. Ngapain sih, Ka pake ngomong kayak tadi?” Genggaman tangan Dika sekarang terasa menyakitkan bagi Ara.... Jakarta, 25 Juni 2012. Pukul 22:00 di kamar Ara. Ara terpaku di sudut kamarnya. Mencari kesibukan dengan laptopnya untuk menutupi rasa sakit yang amat sangat karena kejadian tadi sore. Ara kecewa. Ara kecewa mengapa lagi-lagi harapan palsu yang Ara dapatkan. Ketegaran yang Ara bangun susah payah sedari tadi akhirnya runtuh. Ara mencoba untuk tidak menangis sedari tadi. Tapi mungkin ada baiknya sakit ini diluapkan lewat tangis, pikir Ara. Ara menangis sejadi-ja...

#Cerpen 3

Image
Raga itu... Raut wajah teduh itu... Senyum itu... Dia berada di sampingku, setelah lumayan lama aku menanti waktu tadi datang. Tepat sekitar 12 jam yang lalu.  Aku diam terpaku saat perjalanan. Tak tahu harus memulai pembicaraan tentang apa. Aku hanya dapat membunuh waktu dengan iseng melihat pantulan raut wajahku di helm hitamnya dan memandangi raganya dari sisi belakang. Berharap ada sepatah dua kata darinya yang dapat memecah keheningan ini. Namun aku buang pikiran itu. Ya, tentu saja karena dia sedang fokus mengendarai sepeda motornya. "Hampir dua bulan aku tak melihat raga ini, Tuhan.. "  Dan akhirnya.. Sampai di tempat tujuan kami. Kini aku dapat melihat utuh raga itu berdiri tepat di depanku. Dia memarkir sepeda motornya. Lalu kami berjalan melintasi parkiran, memesan makanan, dan memilih tempat duduk di ujung ruangan tempat makan itu. Aku bersyukur posisi duduk kami bersebrangan, sehingga aku dapat mencuri-curi pandangan untuk sekedar melih...

#Cerpen 2

"Aku ga sabar deh pengen selesai SNMPTN, selesai semua-muanya. Pengen ngajak kamu main" Sore saat itu, ramai sekali di tempat les Ara. Ya, bagi Ara tempat les adalah rumah kedua. Tampak keadaan santai penuh tawa di tempat les Ara. Beberapa asik terpaku di depan laptopnya masing-masing, lalu sesaat kemudian tertawa. Entah karena membaca pesan chatting, atau karena sekedar membaca berita tentang tim bola yang disukainya. Ada juga di bagian meja yang lain, tiga guru Ara di tempat les sedang memainkan bidak-bidak di papan catur. Yang satu serius menatapi detik-detik kekalahan, yang dua lagi menertawakan dengan gelinya. Sore santai yang menyenangkan bagi orang-orang di tempat les Ara.  Terkecuali... Ara.           16:30  13-06-2012    From:  Dika Ardiansyah Yaudah Ara berulang kali membuka SMS itu, menutup, lalu membuka lagi, lalu menutup lagi. Terus saja begitu selama sekitar 10 menit. Berbagai perasaan berkeca...

Apakah.... Bisa?

Jakarta, 30 Mei 2012 Kala panas terik, sesaat setelah langit meneteskan peluhnya... Gelisah ini tak kunjung hilang. Tak bermuara. Gelisah ini meradang......... Aku kembali menghadap kepadaMu siang ini, Tuhan. Kembali terselip nama itu di setiap doaku. Entah apa yang membuatku tak pernah lupa menitipkan doa untuknya, setelah semua doa-doa untukku dan keluargaku tentunya. Masih terlintas wajahnya. Di balik angkuh ini, aku masih merindu atas wajah sendunya. Entah ini perasaanku saja atau memang benar, aku merasa aneh semenjak pertengkaran kecil tadi malam. Memang aku yang memulai untuk diam dan tak lagi bicara, tapi itu semata-mata aku merasa kesal dengan perkataanya. Bagaimana tidak? Aku bercerita tentang sesuatu, dan dia memintaku untuk menceritakan detailnya, lalu dia sendiri yang tidak percaya? Oh.... Seandainya kita tak sedang berada dalam lintas jarak, tentu dengan senang hati aku tunjukkan padamu bahwa aku tidak mengada-ada. Namun nyatanya kita berada dalam lin...

Kuharap Engkau Tak Bosan Mendengar ini, Tuhan.

Tuhan. Izinkan aku berkeluh kesah. Masih tentang dia... Aku yakin benar Engkau tak akan pernah lelah mendengarkan aku berkeluh kesah. Aku tahu Engkau adalah satu-satunya yang siap menangkapku ketika aku jatuh. Aku tahu Engkau selalu mendengar apa yang tak dapat orang lain dengar dari dalam hatiku. Aku tahu Engkau selalu melihat apa yang tak dapat orang lain lihat di dalam hatiku. Kau dapat mendengar jerit hatiku dan dapat melihat luka di dalam hatiku ini kan, Tuhan? Masih tentang dia, Tuhan. Aku yakin Engkau tahu betul siapa sosok yang kumaksud, Tuhan. Sosok yang namanya tak pernah bosan aku selipkan di setiap doaku. Tuhan, apa kabarnya dia di sana? Apakah dia bahagia tanpa aku Tuhan? Bagaimana tawanya? Apakah masih semanis dulu ketika aku masih bisa menikmati tiap lekukan bibirnya itu? Aku dengar dia bahagia, Tuhan. Apakah itu benar? Aku tak lagi mengetahui persis kegiatannya. Aku tak pernah lagi menjadi orang yang pertama dia kabari saat dia terbangun dari tidurnya...

Unpredictable Question of The Day

What a...... Crazy questions from my friends today. Here was the questions-__- * How was ur feeling when he leave you to Bandung?    I was.... Sad. * Why?    Because I can't see him for a long time * Did you cry when he leave you?    Yes I did * Do you love him?    Yes I do love him * Have you been loving him although he is so far away at Bandung?    Yes. I have been loving him until now * Do you miss him?    Yes I do * Where was he shoot you?    At KFC Alam Sutera * When was he shoot you?    On Sunday, March 4th 2012 * Where was the last time you meet him?    At the downstair at this building * When was you falling in love with him?    When I was consulting about math with him * What do you think about him?    I think.... He is crazy! Hahahaha * Crazy? Why?    Umh.. hahaha I can't describe it completely. He is differe...

How Was My Day? It Was Normal. How About Tomorrow?

Image
Tangerang, May 9th 2012 Thanks to You, God. I still breath today :) Gue terbangun di pagi hari yang sangat ciamik. Tidur berkualitas gue selama kurang lebih.... 7 jam membuat gue puas hehe. Entah ini hari keberapa gue sebagai pengangguran siklis. Hari-hari ngebabu di rumah, nge-baby sitter di rumah. Well, jarang-jarang gue menyentuh peralatan sapu menyapu dan ngepel selama sekolah, mungkin ini saatnya hahaha kasian juga Nyokap. Hari ini normal. Gue masih bisa ketawa. Masih bisa makan. Masih bisa berjalan sempurna. Masih bisa senyum. Masih bisa teriak histeris saat adegan film menampilkan sosok Mario Maurer haha.  Hidup ini masih normal. Dunia masih bersahabat dengan matahari. Langit masih setia menggunakan awan sebagai make-up terindahnya. Bunga masih mengenal warna-warna indah. Hidup gue, hidup ini. Normal. Gak ada yang perlu gue khawatirkan. Sampai pada akhirnya gue membuka sebuah file di flashdisk gue. Gue tadinya hanya iseng membuka file foto-foto bts. ...

Kamu Tau Apa Itu Kangen?

Kamu tau apa itu kangen? Mari aku ajarkan Saat di mana aku tak dapat menggapai kamu saat di mana aku tak bisa memandangi senyum kamu setelah sekian lama saat di mana gelisah menorehkan luka ketika aku tak mampu melihat kamu Belum mengertikah kamu? Ah... Harus bagaimana aku menggambarkan Kangen yang berubah menjadi sayatan luka saat tak kunjung kau mengerti! Kamu tak tahu aku kangen Ya, kamu tak akan pernah tahu, tak akan pernah mencoba untuk tahu. Aku kangen kamu Karena yang kamu tahu, aku hanyalah temanmu saat ini Yang tak sepantasnya merengek meminta kamu membalas kangen ini Kamu tak pernah tahu aku kangen Yang kamu tahu aku baik-baik saja menjadi teman baikmu, sebatas teman baikmu yang kau datangi ketika kamu butuh Tak pernah henti-hentinya aku menyemangatimu, mendoakanmu, sebagai pelampiasan kangen yang tak terbalas Kamu tak pernah tau aku kangen Yang kamu tau kamu bebas pergi kapanpun kamu mau....

Goodbye My 4! Thankyou For 2 Months that We've Passed.

Tangerang, April 29th 2012 Hello there... Am I wrong? One day passed after you'd gone, and ... I've been missing you. Felt that was something missed in my life, felt different without your message. Hello there.. Are you remember me? Today, He had gone to Bandung. On his way to get his successfull. Today, was my first day I must keep smile without him. No more 'us', no more "good night honey" or "good morning Unyil". It broke on April, 28th, one day before our 2 months anniversary. The first day I studied at the course without him. No more red motorcycle in the parking area, no more his smile. Something missed today...... I wanna scream it loudly that something missed today!!!!! But he said that I must keep strong. And I promised him I'll do. I swear I miss you, but I know I must go on. I know, that was the best way to us . And I know, the sunshine is still exist in this world without you :) See you, the boy who had taken...

Cerpen #1

Jakarta, 20 April 2012 Kala hujan meresonansikan kamu Teruntuk seseorang di sana Aku mengganti channel televisi berulang-ulang kali. Berharap ada acara lain yang menyajikan lebih dari sekedar tayangan sinetron cinta yang dapat membuat orang bermimpi, seandainya saja cinta itu semudah ketika engkau bertabrakan dengan orang yang sebelumnya tak kau kenal, yang seharusnya merasa kesakitan malah memandang mata orang yang menabraknya. Lucu bukan? Ah atau semudah ketika kamu jatuh cinta kepada guru les mu sendiri? Ah lupakan. Aku benar-benar ingin muntah. Bukan. Bukan karena aku jijik. Tapi tersembul rasa iri, seandainya saja aku juga bisa semudah itu. Menyerah dengan remote televisi yang membuatku terpaku hampir 3 jam, aku mencari handphoneku, berharap ada ucapan "selamat siang, jangan lupa makan" yang selalu diidam-idamkan orang. Seringkali aku lihat di timeline, beberapa orang mengidamkan ucapan itu. Dan apakah aku berharap? Lupakan. Aku telah lelah untuk penghara...

Why Always Nething?

Terkadang pikiran yang negatif itu bisa jadi pembunuh perasan paling kejam. Pikiran negatif campur perasaan sedih? Apa jadinya? Ada yang bisa tau? Ga enak booooo-_- Iya intinya ya itu, gak enak. Hello my long long long holiday! UN telah berakhir. Resmi menjadi pengangguran! Seandainya aja gue dibolehin part time. Enak kali ya dapet duit. Liburan tanpa duit itu nothing banget. Punya ortu, tapi ya ga enak juga lah minta duit mulu. Udahannya pas UN itu bahagia, lega. Masa kritis anak SMA terlewati. Cuma sedih juga pas pisah sama temen. Temen seperjuangan. Temen sekelas lo. Yang tiap hari temen ngegosip bareng, temen curhat bareng, percaya deh yang dulunya sering dibully sama temen-temennya pasti juga bakal ada perasaan kangen. Yang sering kata-kataan, percaya deh, bakal keinget. Yang punya pacar satu sekolah gak kalah sedih deh pasti. Yang biasanya istirahat jajan bareng, pulang bareng. Ngintip di jendela kelasnya dia lagi apa. Gitu gitu deh. Gue ngomong gini soalnya gu...

2 Week Ago

Minggu, 18 Maret 2012 2 minggu sudah. Hm... 2 minggu mah baru hehe ^^ Daripada bosen, stres, gue ngehibur diri gue sendiri malem ini lewat cerita.  Hari ini gue sempet sejenak mikirin hubungan yang bisa gue bilang rada aneh ini-_- Anehnya kenapa ya? Maybe karena gue rasa gue berdua sama-sama aneh ya haha.  Lucu ya kalo inget gimana gue bisa jadian. Hahahaha :'D Selama gue jadian, dia cowok tercuek. Lalu? Gue juga gak ngerti kenapa bisa suka. Ya gue tau faktornya kenapa, mungkin salah satu faktornya karena keadaan. Kelas XII SMA. Dan salah satu faktor lainnya mungkin karena dia emang udah cuek dari sananya kali ya hehehehe. Is there another reason? Hm... I don't know ~  Pengen gitu gue tabok satu-satu orang yang tiap kali ngecengin gue "Pernah dijemput gak Yu? Gak pernah ya? Ya kasian. Udah putusin aja~~~" "Pernah ditemenin melek gak pas lo gak bisa tidur? Pengorbanan dia apa sih buat lo Yu?" "Diakuin gak sih lo Yu? Gak ya? D...

Obrolan Saat Hujan

Gue merasa hari ini, tepatnya minggu-minggu ini lagi dalam keadaan yang ngebuat gue bad mood. Gak di rumah, gak di sekolah. Bawaannya juga minggu ini lagi males banget belajar. Kenapa ya? -__- Kemaren-kemaren gue lagi on fire banget sama Matematika. Banget. Tapi sekarang, terkalahkan sama rasa kantuk. Oh my God -__- Dan puncaknya dari Minggu ini adalah hari ini sepertinya ya. Hari Jum'at.  Gue emang udah agak badmood dari semalem, paginya udah agak reda. Lalu siangnya terlibat pembicaraan yang tiba-tiba bikin agak 'nyesek', gue pun mutusin untuk diem dulu aja.  Sorenya, gue inget mantan gue pernah ngajak main ke rumahnya. Karena gue hari itu lagi kosong juga, dan lagi pengen banget keluar rumah, gue akhirnya main. Jam setengah empat gue berangkat. Dan........ Iyak. Di jalan. Gue nabrak meeeeeen! Nabrak taksi. Iyap. Bisa ditebak. Duit gue melayang. Melayang huhuhu-_- Gue jadi agak trauma, akhirnya gue jalan pelan-pelan setelah insiden nabrak tersebut-_- ...

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian

Kepada kamu, Dengan penuh kebencian. Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online . Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata . Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya? Aku benci harus menerjemahkan i...