Posts

Showing posts from June, 2012

#Cerpen 4 : The End

“Aku mau nyoba semua dari awal lagi, Ra” “Bener? Aku kangen kamu banget, Ka. Makasih ya sayang” Senyum bahagia mengembang dari bibir Ara, bayangkan saja. Ara sudah menunggu waktu ini selama hampir dua bulan. Namun senyum Ara tak lama bertahan. “Iya aku mau nyoba dari awal.. Tapi...” “Tapi apa?” “Aku udah ga ada perasaan apa-apa sama kamu. Lagi juga kan nantinya kita bakalan pisah” “Ga usah dipaksa. Ngapain sih, Ka pake ngomong kayak tadi?” Genggaman tangan Dika sekarang terasa menyakitkan bagi Ara.... Jakarta, 25 Juni 2012. Pukul 22:00 di kamar Ara. Ara terpaku di sudut kamarnya. Mencari kesibukan dengan laptopnya untuk menutupi rasa sakit yang amat sangat karena kejadian tadi sore. Ara kecewa. Ara kecewa mengapa lagi-lagi harapan palsu yang Ara dapatkan. Ketegaran yang Ara bangun susah payah sedari tadi akhirnya runtuh. Ara mencoba untuk tidak menangis sedari tadi. Tapi mungkin ada baiknya sakit ini diluapkan lewat tangis, pikir Ara. Ara menangis sejadi-ja...

#Cerpen 3

Image
Raga itu... Raut wajah teduh itu... Senyum itu... Dia berada di sampingku, setelah lumayan lama aku menanti waktu tadi datang. Tepat sekitar 12 jam yang lalu.  Aku diam terpaku saat perjalanan. Tak tahu harus memulai pembicaraan tentang apa. Aku hanya dapat membunuh waktu dengan iseng melihat pantulan raut wajahku di helm hitamnya dan memandangi raganya dari sisi belakang. Berharap ada sepatah dua kata darinya yang dapat memecah keheningan ini. Namun aku buang pikiran itu. Ya, tentu saja karena dia sedang fokus mengendarai sepeda motornya. "Hampir dua bulan aku tak melihat raga ini, Tuhan.. "  Dan akhirnya.. Sampai di tempat tujuan kami. Kini aku dapat melihat utuh raga itu berdiri tepat di depanku. Dia memarkir sepeda motornya. Lalu kami berjalan melintasi parkiran, memesan makanan, dan memilih tempat duduk di ujung ruangan tempat makan itu. Aku bersyukur posisi duduk kami bersebrangan, sehingga aku dapat mencuri-curi pandangan untuk sekedar melih...

#Cerpen 2

"Aku ga sabar deh pengen selesai SNMPTN, selesai semua-muanya. Pengen ngajak kamu main" Sore saat itu, ramai sekali di tempat les Ara. Ya, bagi Ara tempat les adalah rumah kedua. Tampak keadaan santai penuh tawa di tempat les Ara. Beberapa asik terpaku di depan laptopnya masing-masing, lalu sesaat kemudian tertawa. Entah karena membaca pesan chatting, atau karena sekedar membaca berita tentang tim bola yang disukainya. Ada juga di bagian meja yang lain, tiga guru Ara di tempat les sedang memainkan bidak-bidak di papan catur. Yang satu serius menatapi detik-detik kekalahan, yang dua lagi menertawakan dengan gelinya. Sore santai yang menyenangkan bagi orang-orang di tempat les Ara.  Terkecuali... Ara.           16:30  13-06-2012    From:  Dika Ardiansyah Yaudah Ara berulang kali membuka SMS itu, menutup, lalu membuka lagi, lalu menutup lagi. Terus saja begitu selama sekitar 10 menit. Berbagai perasaan berkeca...