Apakah.... Bisa?
Jakarta, 30 Mei 2012 Kala panas terik, sesaat setelah langit meneteskan peluhnya... Gelisah ini tak kunjung hilang. Tak bermuara. Gelisah ini meradang......... Aku kembali menghadap kepadaMu siang ini, Tuhan. Kembali terselip nama itu di setiap doaku. Entah apa yang membuatku tak pernah lupa menitipkan doa untuknya, setelah semua doa-doa untukku dan keluargaku tentunya. Masih terlintas wajahnya. Di balik angkuh ini, aku masih merindu atas wajah sendunya. Entah ini perasaanku saja atau memang benar, aku merasa aneh semenjak pertengkaran kecil tadi malam. Memang aku yang memulai untuk diam dan tak lagi bicara, tapi itu semata-mata aku merasa kesal dengan perkataanya. Bagaimana tidak? Aku bercerita tentang sesuatu, dan dia memintaku untuk menceritakan detailnya, lalu dia sendiri yang tidak percaya? Oh.... Seandainya kita tak sedang berada dalam lintas jarak, tentu dengan senang hati aku tunjukkan padamu bahwa aku tidak mengada-ada. Namun nyatanya kita berada dalam lin...