Posts

Showing posts from May, 2012

Apakah.... Bisa?

Jakarta, 30 Mei 2012 Kala panas terik, sesaat setelah langit meneteskan peluhnya... Gelisah ini tak kunjung hilang. Tak bermuara. Gelisah ini meradang......... Aku kembali menghadap kepadaMu siang ini, Tuhan. Kembali terselip nama itu di setiap doaku. Entah apa yang membuatku tak pernah lupa menitipkan doa untuknya, setelah semua doa-doa untukku dan keluargaku tentunya. Masih terlintas wajahnya. Di balik angkuh ini, aku masih merindu atas wajah sendunya. Entah ini perasaanku saja atau memang benar, aku merasa aneh semenjak pertengkaran kecil tadi malam. Memang aku yang memulai untuk diam dan tak lagi bicara, tapi itu semata-mata aku merasa kesal dengan perkataanya. Bagaimana tidak? Aku bercerita tentang sesuatu, dan dia memintaku untuk menceritakan detailnya, lalu dia sendiri yang tidak percaya? Oh.... Seandainya kita tak sedang berada dalam lintas jarak, tentu dengan senang hati aku tunjukkan padamu bahwa aku tidak mengada-ada. Namun nyatanya kita berada dalam lin...

Kuharap Engkau Tak Bosan Mendengar ini, Tuhan.

Tuhan. Izinkan aku berkeluh kesah. Masih tentang dia... Aku yakin benar Engkau tak akan pernah lelah mendengarkan aku berkeluh kesah. Aku tahu Engkau adalah satu-satunya yang siap menangkapku ketika aku jatuh. Aku tahu Engkau selalu mendengar apa yang tak dapat orang lain dengar dari dalam hatiku. Aku tahu Engkau selalu melihat apa yang tak dapat orang lain lihat di dalam hatiku. Kau dapat mendengar jerit hatiku dan dapat melihat luka di dalam hatiku ini kan, Tuhan? Masih tentang dia, Tuhan. Aku yakin Engkau tahu betul siapa sosok yang kumaksud, Tuhan. Sosok yang namanya tak pernah bosan aku selipkan di setiap doaku. Tuhan, apa kabarnya dia di sana? Apakah dia bahagia tanpa aku Tuhan? Bagaimana tawanya? Apakah masih semanis dulu ketika aku masih bisa menikmati tiap lekukan bibirnya itu? Aku dengar dia bahagia, Tuhan. Apakah itu benar? Aku tak lagi mengetahui persis kegiatannya. Aku tak pernah lagi menjadi orang yang pertama dia kabari saat dia terbangun dari tidurnya...

Unpredictable Question of The Day

What a...... Crazy questions from my friends today. Here was the questions-__- * How was ur feeling when he leave you to Bandung?    I was.... Sad. * Why?    Because I can't see him for a long time * Did you cry when he leave you?    Yes I did * Do you love him?    Yes I do love him * Have you been loving him although he is so far away at Bandung?    Yes. I have been loving him until now * Do you miss him?    Yes I do * Where was he shoot you?    At KFC Alam Sutera * When was he shoot you?    On Sunday, March 4th 2012 * Where was the last time you meet him?    At the downstair at this building * When was you falling in love with him?    When I was consulting about math with him * What do you think about him?    I think.... He is crazy! Hahahaha * Crazy? Why?    Umh.. hahaha I can't describe it completely. He is differe...

How Was My Day? It Was Normal. How About Tomorrow?

Image
Tangerang, May 9th 2012 Thanks to You, God. I still breath today :) Gue terbangun di pagi hari yang sangat ciamik. Tidur berkualitas gue selama kurang lebih.... 7 jam membuat gue puas hehe. Entah ini hari keberapa gue sebagai pengangguran siklis. Hari-hari ngebabu di rumah, nge-baby sitter di rumah. Well, jarang-jarang gue menyentuh peralatan sapu menyapu dan ngepel selama sekolah, mungkin ini saatnya hahaha kasian juga Nyokap. Hari ini normal. Gue masih bisa ketawa. Masih bisa makan. Masih bisa berjalan sempurna. Masih bisa senyum. Masih bisa teriak histeris saat adegan film menampilkan sosok Mario Maurer haha.  Hidup ini masih normal. Dunia masih bersahabat dengan matahari. Langit masih setia menggunakan awan sebagai make-up terindahnya. Bunga masih mengenal warna-warna indah. Hidup gue, hidup ini. Normal. Gak ada yang perlu gue khawatirkan. Sampai pada akhirnya gue membuka sebuah file di flashdisk gue. Gue tadinya hanya iseng membuka file foto-foto bts. ...

Kamu Tau Apa Itu Kangen?

Kamu tau apa itu kangen? Mari aku ajarkan Saat di mana aku tak dapat menggapai kamu saat di mana aku tak bisa memandangi senyum kamu setelah sekian lama saat di mana gelisah menorehkan luka ketika aku tak mampu melihat kamu Belum mengertikah kamu? Ah... Harus bagaimana aku menggambarkan Kangen yang berubah menjadi sayatan luka saat tak kunjung kau mengerti! Kamu tak tahu aku kangen Ya, kamu tak akan pernah tahu, tak akan pernah mencoba untuk tahu. Aku kangen kamu Karena yang kamu tahu, aku hanyalah temanmu saat ini Yang tak sepantasnya merengek meminta kamu membalas kangen ini Kamu tak pernah tahu aku kangen Yang kamu tahu aku baik-baik saja menjadi teman baikmu, sebatas teman baikmu yang kau datangi ketika kamu butuh Tak pernah henti-hentinya aku menyemangatimu, mendoakanmu, sebagai pelampiasan kangen yang tak terbalas Kamu tak pernah tau aku kangen Yang kamu tau kamu bebas pergi kapanpun kamu mau....