Pengakuan. Entah Keberapa Kalinya.
Semesta, hari ini dunia terasa indah bagiku. Pagi kuawali dengan secercah semangat, secercah do'a. "Tuhan, jadikan hari ini menjadi hari yang menyenangkan". Ya. Dan Tuhan pun merngabulkannya. Hariku berjalan lancar-lancar saja hari ini. Tapi ketika tiba-tiba saja kesempatan yang kuharapkan sedari dulu itu datang tanpa aku siap untuk menyambutnya, inilah yang menjadikannya buruk. Oh, bukan Tuhan yang menjadikannya buruk. Tentu saja aku. Kesempatan itu. Kamu. Melihat kamu. Ya, kamu. Kamu berada dekat denganku. Semesta mengizinkanku untuk menggenggam kesempatan itu, kesempatan untuk sekedar menyapamu! Sekedar.... Menatapmu dan memuaskan keinginan hati yang telah lama merindu akan sosok kamu. Tapi apa? Aku tak cukup mampu memenuhi keinginan hatiku sendiri! Tuhan, manusia macam apa aku ini? Engkau telah memberiku kesempatan dan aku menyiakannya? Sungguh, ketahuilah, aku hanya terlalu senang. Begitu senangnya hingga seluruh tubuhku tergetar, tak lagi mampu untuk sekedar ...